Quotes

hidup indah bila kau tau jalan mana yang benar

Rabu, 13 April 2016

Review Film Sekola Rimba


1.       REVIEW FILM
a.       Judul Film                          :Sekola Rimba
Sutradara                            :Riri Riza
Produser                             :Mira Lesmana
Pemain                                  :Prisia Nasution, Rukamana Rosadi, Nadhira  Suryadi, Nyungsang Bungo, Nengkabau, Beindah
Tanggal Rilis perdana :21 November 2013
Durasi                                  : 90 Menit
Film ini diangkat dari kisah nyata dan dalam film ini sebagian besar melibatkan warga suku anak dalam serta menggunakan dialek anak suku dalam juga (bahasa warga rimba).
 Sekolah rimba menceritakan tentang perjuangan seorang yang bernama butet marunung. Hambir tiga tahun butet bekerja dilembaga konservasi di wilayah Jambi. Butet mengajarkan baca tulis dan menghitung kepada anak-anak masyarakat  suku anak dalam, yang tinggal dihulu sungai Makekal dihulu hutan duo belas, Jambi. Hingga suatu hari saat Butet hendak pergi mengajar tiba-tiba Butet mendadak terserang demam malaria di tengah hutan, dan setelah itu Butet diselamatkan oleh seorang anak Rimba. Anak tersebut bernama Nyungsang Bungo, berasal dari hilir sungai Makekal yang tempatnya jauh dari tempat Butet mengajar di hulu sungai, yang jaraknya sekitar 7 jam perjalanan untuk bisa mencapai hulu sungai. Ternyata diam- diam Bungo sering mengintip kegiatan Butet ketika mengajar baca tulis bersama anak- anak suku dalam. Bungo selalu membawa gulungan surat perjanjian persetujuan pengekplotasian tanah adat mereka yang telah dicap jempol oleh Tumenggung selaku ketua adat mereka. Bungo sangat ingin belajar membaca agar bisa mengetahui apa isi dari surat perjanjian tersebut. Dan Bungo ingin menjadi orang yang pintar agar tidak dibodoh- bodohi oleh orang luar yang ingin menjarah hutan mereka. Bungo yang awalnya berlajar sembunyi- sembunyi lalu dipergoki oleh salah satu murid anak rimba Butet, yang ternyata Bungo anaknya sangat cerdas dan ulet dalam belajar. Ini membuat Butet ingin memperluas wilayah kerjanya kearah hilir sungai. Saat Butet menginap di hulu sungai satu malam dipinggir pemukiman kelompok Bungo, Butet akhirnya diizinkan mengajar oleh Tumenggung selaku kepala adat hilir sungai. Tidak berlangsung lama saat Butet membawa pensil, buku, dan melakukan kegiatan yang lainnya. Itu justru membawa malapetaka bagi Butet. Yang masyarakat suku anak dalam percaya bahwa kegiatan tersebut membawa keburukan bagi suku mereka. Tidak berlangsung lama ketika ketua adat hilir sungai meninggal. Dan masyarakat hilir sungai percaya bahwa meninggalnya ketua adat mereka dikarenakan kedatangan dan aktivitas Butet, yang membuat Bungo harus berhenti belajar dan kembali kekelompoknya untuk melakukan perpindahan tempat tinggal. Karena suku hilir sungai percaya, jika ada salah satu anggota dari mereka meninggal, makaanggota yang lain harus meninggalkan tempat tersebut karena dianggap tempat tersebut sudah tidak baik untuk dibuat tempat tinggal. Jika masih dibuat tempat tinggal maka mereka semua akan mendapat malapetaka atau kesialan. Akhir cerita ketika Butet kembali bertemu dengan Bungo, Butet terkejut melihat Bungo yang menjadi juru bicara kelompoknya ketika ada orang luar yang meminta izin untuk mengeksploitasi hutan adat mereka. Bungo yang saat itu sudah bisa membaca dan membuat bingung orang- orang yang hendak meminta persetujuan ketua Adat karena Bungo bisa membaca dan mengerti akan isi surat perjanjian yang telah mereka tawarkan. Disurat perjanjian itu Bungo menolak poin- poin disurat perjanjian yang dianggap tidak sesuai dengan aturan adat mereka. Jadi dari film ini kita dapat pelajaran akan rasa tanggung jawab, pengabdian, dan cinta seorang guru terhadap muridnya. Yang seorang guru berjuang menghadapi rintangan demi sebuah tanggung jawab dan mencerdaskan salah satu dari anak bangsa yang masih belum terjamah. Tentu itu merupakan kewajiban kita untuk membebaskan mereka yang masih terkurung oleh traisi dan adat istiadatdan memerdekakan mereka yang masih terjajah oleh saudaranya sendiri yang memanfaatkan kekurangan demi kepentingan pribadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar